Utut Adianto lahir di Jakarta pada 16 Maret 1965 dan dikenal sebagai salah satu pecatur terbaik sepanjang sejarah Indonesia. Namanya mulai mencuri perhatian sejak usia muda berkat prestasi luar biasa di berbagai kejuaraan nasional dan internasional.
Pada era 1990-an, ia berhasil menyandang predikat Super Grandmaster setelah menembus Elo Rating 2600, bahkan mencapai 2615 pada 1997 yang mengantarkannya ke peringkat ke-39 dunia.
Bakat Utut sudah terlihat sejak kecil. Ia mulai mengenal catur pada usia enam tahun dari kakaknya, lalu berlatih di Kencana Chess Club saat berusia delapan tahun. Meski pada kejuaraan pertamanya hanya menempati peringkat ke-15, semangatnya terus tumbuh. Hadiah buku My 60 Memorable Games karya Bobby Fischer dari sang ayah menjadi inspirasi penting dalam membangun kemampuan bermainnya melalui pendekatan teori dan analisis.
Perjalanan prestasinya berlangsung sangat cepat. Ia menjadi Juara Junior Jakarta pada 1978, Juara Junior Nasional 1979, kemudian meraih gelar runner-up Kejuaraan Dunia U-16 di Puerto Rico. Gelar Master Nasional diraih pada 1982, FIDE Master pada 1983, Master Internasional pada 1985, dan Grandmaster pada 1986 saat berusia 21 tahun, menjadikannya Grandmaster termuda di Asia Tenggara kala itu.
Sempat bekerja setelah lulus dari Universitas Padjadjaran, Utut akhirnya memutuskan meninggalkan pekerjaannya pada 1991 untuk menjadi pecatur profesional. Keputusan berani itu membuahkan hasil. Ia menjuarai berbagai turnamen internasional, termasuk Biel Open dan Zona Asia Pasifik di Genting Highlands, Malaysia, serta dinobatkan sebagai Olahragawan Terbaik Indonesia tahun 1995.
Selain aktif bertanding, Utut juga mengabdikan diri bagi perkembangan catur nasional. Pada 1993 ia mendirikan Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi yang melahirkan sejumlah pecatur berbakat, termasuk Grandmaster Susanto Megaranto. Ia dikenal sebagai pemain yang menguasai pembukaan Caro-Kann dan banyak belajar secara mandiri melalui buku serta komputer catur tanpa pelatih tetap.
Selepas karier profesionalnya, Utut terjun ke dunia politik sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan. Di sisi lain, ia tetap aktif di berbagai organisasi catur nasional maupun internasional, termasuk Federasi Catur Dunia (FIDE).
Dengan sederet prestasi dan kontribusinya, Utut Adianto dikenang sebagai legenda catur Indonesia yang berhasil mengangkat nama bangsa di panggung dunia sekaligus menginspirasi lahirnya generasi pecatur baru. (***)