Suasana Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jumat (4/9/2026), berlangsung meriah. Ribuan peserta dari kalangan santri, pelajar, organisasi perempuan Nahdlatul Ulama hingga masyarakat umum mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-38 Almaghfurlah KH Chozin Muftie, pendiri Pondok Pesantren Al Munawaroh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai obor yang melibatkan berbagai unsur pendidikan dan masyarakat. Semarak pawai semakin terasa dengan iringan Marching Band Gema Lintang Sanga MTs Al Munawaroh serta Gita Nawa Aswaja PAC Fatayat Dukuhturi.
Peserta pawai terdiri atas santri dan santriwati Pondok Pesantren Al Munawaroh, siswa-siswi TK Roudlotul Athfal Al Munawaroh, MI Al Munawaroh, MTs Al Munawaroh, SMK Nasional Al Munawaroh, MDTA Al Munawaroh, Fatayat dan Muslimat Desa Kupu, serta masyarakat Desa Kupu dan sekitarnya.
Selain pawai obor, rangkaian kegiatan juga ditandai dengan pembukaan Bazar UMKM yang diikuti masyarakat Desa Kupu dan wilayah sekitar. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi usaha ekonomi lokal.
Ketua Panitia, Alfa Sakan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH Chozin Muftie dapat terlaksana dengan semarak.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati hari besar Islam, tetapi juga memiliki nilai positif dalam menjaga tradisi keislaman dan mempererat tali silaturahmi.
"Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan," tuturnya.
Sementara itu, Gus Aufifillah Osamah, selaku pengasuh sekaligus cucu pendiri Pondok Pesantren Al Munawaroh, mengatakan pawai obor dan pembukaan bazar merupakan bagian penting dari rangkaian haul.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menambah kemeriahan acara, tetapi juga menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus wadah untuk mendukung berbagai potensi yang berkembang di lingkungan pesantren dan masyarakat, khususnya Desa Kupu.
Gus Ofi berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan. Menurutnya, semangat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dakwah serta pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan momentum haul sebagai sarana untuk mengenang jasa dan keteladanan para ulama sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan keagamaan di tengah perkembangan dunia digital.
"Semangat kebersamaan ini harus terus dipertahankan. Pesantren memiliki peran penting sebagai sentral pendidikan, dakwah dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat yang terus menghadapi perkembangan dan modernisasi dunia digital," ujarnya.
Rangkaian kegiatan pada Jumat malam tersebut kemudian ditutup dengan pembagian doorprize bagi para peserta.
Sementara itu, puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-38 Almaghfurlah KH Chozin Muftie dijadwalkan berlangsung pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Pada puncak acara tersebut akan digelar pembacaan autobiografi KH Chozin Muftie serta ceramah keagamaan yang akan disampaikan oleh KH Raden Muhammad Maulana dari Purworejo.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan pesantren, tetapi juga menjadi momentum untuk terus menjaga tradisi keislaman, mempererat ukhuwah serta meneruskan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang telah diwariskan KH Chozin Muftie kepada generasi penerus. ( Rid)