Babak final Pemilihan Putri PeDe PeDe 2026 Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, berlangsung meriah dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Malam final yang menjadi puncak rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan para finalis Putri PeDe PeDe, tetapi juga menghadirkan sejumlah penampilan seni dan kreativitas generasi muda. Salah satunya adalah penampilan Dineskara Hening Padmijati, siswa kelas 5 SDN Slawi Kulon 03.
Di hadapan tamu undangan dan masyarakat yang hadir, Dineskara tampil membacakan puisi berjudul “Merdeka Nusantara” karya Titis Hening.
Dengan penuh percaya diri, Dineskara membawakan puisi tersebut dengan penghayatan yang menggambarkan semangat kemerdekaan dan kecintaan terhadap Tanah Air. Puisi “Merdeka Nusantara” membawa pesan tentang perjuangan, keberanian, persatuan, serta pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa.
Dalam puisinya, Merah Putih digambarkan bukan sekadar lambang negara, tetapi sebagai simbol perjuangan dan martabat bangsa. Pesan tersebut kemudian diarahkan kepada generasi muda agar tidak hanya mewarisi nama dan sejarah, tetapi juga keberanian, kasih, kebijaksanaan, serta keberanian untuk menegakkan kebenaran.
“Merdeka adalah ketika kebenaran berani ditegakkan,” menjadi salah satu pesan kuat yang disampaikan dalam puisi tersebut.
Pada bagian berikutnya, puisi mengingatkan bahwa Indonesia berdiri di atas akar sejarah dan nilai yang kuat. Pancasila, persatuan, serta nilai-nilai luhur Nusantara menjadi bagian penting yang harus terus dijaga oleh generasi penerus.
Penampilan Dineskara menjadi salah satu momen yang memberikan warna tersendiri dalam malam final Putri PeDe PeDe 2026. Di usianya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, keberaniannya tampil di hadapan publik menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui seni, sastra, dan kreativitas.
Kegiatan Pemilihan Putri PeDe PeDe 2026 Desa Penusupan sendiri menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi dan kreativitas. Ajang tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memilih putri terbaik, tetapi juga menjadi panggung bagi anak-anak dan generasi muda untuk berani tampil, berkarya, serta mengembangkan kemampuan mereka.
Melalui penampilan seperti pembacaan puisi, semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Lebih dari itu, nilai kemerdekaan dapat ditanamkan kepada generasi muda melalui keberanian berkarya, menjaga persatuan, menghargai keberagaman, dan mencintai Indonesia.
Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam puisi tersebut:
“Nusantara berdiri: satu jiwa, berjuta tradisi.”
Sebuah pesan sederhana yang menggambarkan keberagaman Indonesia sekaligus mengingatkan bahwa persatuan menjadi kekuatan utama bangsa untuk terus melangkah menuju masa depan. (***)