Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Kabupaten Tegal kembali menjadi perhatian. Salah satu jabatan yang diperebutkan adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal.
Dari dokumen yang beredar, terdapat lima nama yang mengikuti seleksi untuk jabatan tersebut, dengan latar belakang dan pengalaman kerja yang berbeda.
Kelima nama itu adalah Ahmad Ropi'i, S.Pd., M.Pd.; Akhmad Mukhtamirin, S.Pd., M.Pd.; Muhajirin, S.Pd., M.Pd.; Trianto Budiatmoko, S.S., M.Si.; dan Darsono, S.Pd.
Lalu, seperti apa rekam jejak mereka ?
Ahmad Ropi'i
Ahmad Ropi'i tercatat sebagai Kepala SMPN 1 Talang. Dalam dokumen sekolah tahun pelajaran 2025/2026, Ropi'i tercatat terlibat dalam pengelolaan kurikulum dan pengembangan sekolah, Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa dirinya memiliki pengalaman langsung dalam mengelola satuan pendidikan, Namun, yang menarik untuk dilihat lebih jauh adalah apa saja perubahan dan prestasi SMPN 1 Talang selama kepemimpinannya.
Akhmad Mukhtamirin
Nama kedua adalah Akhmad Mukhtamirin, Kepala SMPN 2 Slawi. Ia juga memiliki pengalaman di bidang pengembangan profesional guru. Namanya tercatat dalam daftar peserta seleksi tahap pertama Program Guru Penggerak.
Dengan posisi sebagai kepala sekolah, Mukhtamirin memiliki pengalaman dalam mengelola guru, siswa serta kegiatan sekolah.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana capaian sekolah dan inovasi yang dilakukan selama ia memimpin SMPN 2 Slawi.
Muhajirin.
Nama Muhajirin juga menjadi perhatian.
Saat ini ia tercatat sebagai Kepala SMPN 2 Adiwerna. Sebelumnya, ia memiliki pengalaman sebagai guru dan pernah menduduki posisi kepala sekolah di sekolah lain.
SMPN 2 Adiwerna dalam sejumlah pemberitaan disebut mengalami perkembangan dan menjadi salah satu sekolah yang menarik untuk dijadikan tempat studi tiru.
Pengalaman Muhajirin tersebut menjadi bagian penting dari rekam kariernya.
Trianto Budiatmoko.
Berbeda dengan tiga nama sebelumnya, Trianto Budiatmoko berasal dari lingkungan pengawasan pemerintahan. Ia tercatat sebagai Inspektur Pembantu Bidang Pengawasan Akuntabilitas Keuangan pada Inspektorat Kabupaten Tegal. Pengalaman di bidang pengawasan membuat latar belakang Trianto berbeda dengan kandidat lainnya.
Jika berbicara mengenai jabatan Kepala Dinas Pendidikan, pengalaman mengawasi penggunaan anggaran dan akuntabilitas tentu menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Publik tentu dapat melihat lebih jauh pengalaman pemeriksaan, pengawasan dan penyelesaian masalah yang pernah ditanganinya.
Darsono
Nama terakhir adalah Darsono, S.Pd.
Dalam daftar peserta, Darsono tercatat sebagai Kepala SDN 04 Suradadi, Informasi mengenai rekam jejak Darsono yang tersedia secara terbuka memang belum sebanyak beberapa kandidat lainnya.
Karena itu, masyarakat masih dapat menggali lebih jauh mengenai prestasi, inovasi, pengalaman kerja, pendidikan dan pelatihan serta capaian sekolah selama kepemimpinannya.
Lima kandidat tersebut memiliki pengalaman yang berbeda. Ada yang berpengalaman memimpin SMP, ada yang berangkat dari jenjang SD, dan ada pula yang memiliki pengalaman di bidang pengawasan pemerintahan.
Karena itu, rekam jejak menjadi hal penting dalam melihat calon pejabat publik.
Bukan hanya soal siapa yang memiliki jabatan tinggi, tetapi juga apa yang sudah dikerjakan dan hasil apa yang telah dicapai.
Masyarakat Kabupaten Tegal tentu ingin mengetahui: Bagaimana prestasi merekab? Apa inovasi yang pernah dilakukan ? Bagaimana mereka mengelola anggaran ? Bagaimana hubungan mereka dengan guru dan masyarakat ?
Dan yang tidak kalah penting, bagaimana catatan disiplin serta integritas mereka sebagai aparatur sipil negara ?
Pada akhirnya, proses seleksi JPT berada pada kewenangan panitia seleksi sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara masyarakat memiliki hak untuk mengetahui rekam jejak calon pejabat yang nantinya akan mengelola kebijakan pendidikan di Kabupaten Tegal.
Lima nama telah muncul. Kini publik tinggal menunggu: siapa yang mampu membuktikan pengalaman dan kinerjanya dengan data ? (***)